Pengaruh Pendidikan Inklusi Terhadap Interaksi Sosial Anaka Berkebutuhan Khusus
Penelitian di Kelompok Bermain Inklusi Lestari Ds. Sukasenang Kec. Banyuresmi Kab. Garut
DOI:
https://doi.org/10.62070/thufuli.v2i2.285Keywords:
Sekolah Inklusi, Interaksi Sosial, Anak Berkebutuhan KhususAbstract
Setiap anak, termasuk yang berkebutuhan khusus, berhak mendapat pendidikan yang setara dan penuh penerimaan. Sekolah inklusi hadir untuk menciptakan lingkungan belajar yang menghargai perbedaan dan mendukung interaksi antaranak. Namun, masih terdapat kendala dalam komunikasi dan pemahaman sosial. Karena itu, penelitian ini bertujuan mengkaji peran sekolah inklusi dalam mendukung interaksi sosial anak berkebutuhan khusus. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk memahami implementasi sekolah inklusi di KB Inklusi Lestari Desa Sukasenang, mengkaji secara mendalam bentuk-bentuk interaksi sosial yang terjadi pada anak berkebutuhan khusus, serta menganalisis sejauh mana pendekatan pendidikan inklusif memberi dampak terhadap perkembangan sosial mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang disebarkan kepada responden dan dianalisis menggunakan teknik statistik regresi linier sederhana. Responden dalam penelitian ini berjumlah 25 siswa KB Inklusi Lestari, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan metode sampling jenuh karena seluruh populasi dijadikan sampel. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa persepsi terhadap sekolah inklusi (variabel X) memiliki skor rata-rata sebesar 57,32 (76,43%), sedangkan interaksi sosial anak berkebutuhan khusus (variabel Y) memiliki skor rata-rata sebesar 57,84 (77,12%). Kedua variabel berada dalam kategori tinggi. Dari kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara sekolah inklusi terhadap interaksi sosial anak berkebutuhan khusus. Hal ini dibuktikan dengan nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,251 atau 25 % dan nilai signifikansi (p) sebesar 0,011 (p < 0,05). Pengaruhnya signifikan secara statistik, namun termasuk dalam kategori lemah
References
Albarrak, S. (2022). Penjelasan Hadis Fitrah Anak dalam Pendidikan Islam. Jakarta: Pustaka Ilmu.
Annis Naim, A. (2023). Model Pembelajaran Inklusif di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 9(2), 102–112.
Awallia, N., & Cahniyo, D. (2024). Pengaruh Pendidikan Inklusif terhadap Kepekaan Sosial Anak. Jurnal Pendidikan Khusus, 12(2), 45–53.
Bandura, A. (1986). Social Foundations of Thought and Action: A Social Cognitive Theory. Englewood Cliffs: Prentice-Hall.
BSKAP; Kemendikbudristek. (2022). Panduan Implementasi Pendidikan Inklusif. Jakarta: Kemendikbudristek.
Dea Mustika, N., Prasetyo, A., & Fitriani, A. (2023). Pengembangan Potensi Anak Berkebutuhan Khusus di Lingkungan Inklusif. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 8(1), 56–65.
Departemen Pendidikan Nasional. (2010). Kamus Besar Bahasa Indonesia (Edisi Keempat). Jakarta: Balai Pustaka.
Dewi, R. (2019). Pendidikan Inklusif: Konsep dan Implementasi. Jurnal Pendidikan Khusus, 5(2), 77–88.
Disduk Papua Tengah. (2024). Modul Adaptasi Kurikulum Pendidikan Inklusif. Papua Tengah: Dinas Pendidikan.
Farah, M., Yuliani, D., & Rahmawati, A. (2022). Pendidikan Inklusif di Indonesia: Teori dan Praktik. Bandung: Alfabeta.
Fatwatul Ummah, F. (2021). Model Kurikulum Omisi untuk Peserta Didik Berkebutuhan Khusus. Jurnal Kurikulum dan Pembelajaran, 7(1), 55–63.
Fay, L. (2022). Kurikulum Modifikasi dalam Pendidikan Inklusif. Journal of Special Needs Education, 14(1), 33–41.
Fitri, R. (2023). Interaksi Sosial Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Inklusif. Jurnal Pendidikan Khusus, 11(2), 88–96.
Fitrianah, D. (2019). Model Pull Out dalam Pendidikan Inklusif. Jurnal Pendidikan Inklusif, 4(2), 40–48.
Hafiz, M. (2017). Pendidikan Inklusif: Landasan dan Penerapan. Jurnal Ilmu Pendidikan, 6(1), 15–25.
Hajar, I., & Mulyani, R. (2017). Model Pembelajaran Inklusif di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 8(1), 66–74.
Harahap, E., & Hastina, A. (2019). Model Kelas Reguler dengan Cluster dan Kelas Khusus. Jurnal Pendidikan Khusus, 4(1), 20–30.
Jauhari, M. (2017). Pendidikan Inklusif: Konsep dan Implementasinya di Sekolah. Bandung: Alfabeta.
Joseph, L., & Mangedong, S. (2023). Persiapan Anak Berkebutuhan Khusus untuk Kehidupan Bermasyarakat. Jurnal Pendidikan Khusus, 9(2), 101–112.
Kementerian Pendidikan Nasional. (2009). Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 70 Tahun 2009 tentang Pendidikan Inklusif. Jakarta: Kemendiknas.
Martins, P. J., & Manzano Sánchez, D. (2025). Interaksi Sosial Anak dalam Pendidikan Inklusif. Journal of Inclusive Education, 8(1), 12–21.
Milla, R. (2018). Pendidikan Inklusif di Kelas Reguler. Jurnal Pendidikan Dasar, 7(2), 77–86.
Muchlisin Riadi. (2022). Pendidikan Inklusif: Konsep dan Tujuan. Jurnal Pendidikan, 10(2), 99–108.
Muslim, I. (2000). Shahih Muslim. Beirut: Dar Ihya al-Turath al-‘Arabi.
Nadhiroh, S., & Ahmadi, A. (2024). Pengaruh Sekolah Inklusif terhadap Empati Siswa. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 10(1), 45–54.
Nuriza, F. (2023). Penerimaan Sosial pada Anak Berkebutuhan Khusus. Jurnal Pendidikan Khusus, 12(1), 34–42.
Permata Hati Hasibuan, R., dkk. (2024). Tujuan Pendidikan Inklusif di Indonesia. Jurnal Pendidikan Inklusif, 6(1), 14–26.
Permatasari, D. (2025). Strategi Guru dalam Meningkatkan Interaksi Sosial Siswa Berkebutuhan Khusus di Sekolah Inklusif. Jurnal Pendidikan Dasar, 15(1), 78–89.
Phytanza, D., Santoso, A., & Rahman, A. (2023). Kurikulum Duplikasi dalam Pendidikan Inklusif. Jurnal Pendidikan Dasar, 9(3), 110–119.
Pratiwi, W. (2015). Rasa Percaya Diri Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Inklusif. Jurnal Psikologi Pendidikan, 7(1), 44–53.
Rahman, A., Widodo, S., & Sari, M. (2023). Adaptasi Pembelajaran di Sekolah Inklusif. Jurnal Pendidikan Inklusif, 8(1), 50–62.
Rasovan, M. (2019). Akses Pendidikan Setara bagi Anak Berkebutuhan Khusus. Jurnal Pendidikan Khusus, 5(2), 70–79.
Retnaningsih, E. (2024). Penerapan Teori Vygotsky dalam Pendidikan Anak Usia Dini. Jurnal Pendidikan Anak, 9(2), 65–74.
Rika Widianita, R. (2023). Interaksi Sosial dalam Perspektif Pendidikan. Jurnal Pendidikan Sosial, 7(1), 20–30.
Singh, A., & Ishrat, S. (2025). Dukungan Sosial Guru dan Teman Sebaya di Sekolah Inklusif. International Journal of Inclusive Education, 14(2), 200–215.
Soedibyo, S. (2003). Sistem Pendidikan Nasional: Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003. Jakarta: Sinar Grafika.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sukardari, S. (2019). Pendidikan Inklusif: Teori dan Praktik di Sekolah Dasar. Yogyakarta: Deepublish.
Sungkowo Edy Mulyono. (2017). Sosiologi: Konsep dan Teori. Jakarta: Rajawali Pers.
Ulfaturrizqiyah, N. (2023). Makna Inklusi dalam Pendidikan. Jurnal Pendidikan Dasar, 8(2), 90–99.
Vygotsky, L. S. (1978). Mind in Society: The Development of Higher Psychological Processes. Cambridge: Harvard University Press.
Yunitasari, A., dkk. (2023). Pengaruh Lingkungan Inklusif terhadap Kemampuan Interaksi Sosial Anak. Jurnal Pendidikan Anak, 12(1), 55–64.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Rina Nurdiana, Paridah Hidayat, Vi’an Muawanah Ahmad

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


