Rekonseptualisasi Peran Guru Dalam Penciptaan Gerak Untuk Anak Usia Dini
Studi Pustaka Mengenal Tantangan Pendidikan Tari di Lingkungan PAUD
DOI:
https://doi.org/10.62070/thufuli.v2i1.291Keywords:
Rekonseptualisasi peran guru, penciptaan gerak, anak usia dini, fasilitator kreatif, tantangan pendidikan tariAbstract
Penelitian ini mengkaji secara mendalam urgensi rekonseptualisasi peran guru dalam memfasilitasi penciptaan gerak tari pada anak usia dini di lingkungan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Melalui pendekatan studi pustaka konseptual (conceptual literature review), artikel ini menganalisis secara sistematis tiga dimensi utama problematika yang secara signifikan menghambat terwujudnya peran ideal guru. Pertama, keterbatasan kompetensi pedagogis dan koreografis internal guru menjadi hambatan fundamental, diperburuk oleh minimnya latar belakang pendidikan formal atau pelatihan khusus di bidang seni tari, serta adanya miskonsepsi bahwa menari harus identik dengan standar penari profesional. Kedua, minimnya sarana dan prasarana pendukung, seperti ruang gerak yang sempit, keterbatasan alat peraga, dan kesulitan akses terhadap media audiovisual. Ketiga, pada tataran implementasi pedagogis, guru menghadapi kesulitan dalam menyelaraskan gerak tari dengan karakteristik unik anak usia dini. Hasil studi ini menegaskan bahwa ketiga tantangan tersebut saling terkait secara mendalam, membentuk sebuah siklus problematika yang melanggengkan praktik pembelajaran tari yang cenderung berorientasi pada imitasi dan hasil akhir, alih-alih pada proses kreatif. Oleh karena itu, penelitian ini secara tegas mengadvokasi pergeseran peran guru dari "instruktur gerak" menjadi "fasilitator kreatif" yang memantik imajinasi, memvalidasi ekspresi gerak spontan anak, dan memandu mereka dalam proses penemuan kreatif. Rekonseptualisasi ini memiliki implikasi luas pada reformasi model pelatihan guru yang lebih fokus pada keterampilan fasilitasi berbasis elemen tari dan stimulasi kreatif, peningkatan standar penyediaan sarana dan prasarana minimal, serta dukungan sistemik yang kuat dari para pemimpin sekolah dan pemangku kebijakan. Studi ini menegaskan bahwa transformasi peran guru adalah kunci strategis untuk mengoptimalkan potensi seni tari sebagai medium pengembangan kreativitas anak secara holistik dan berkelanjutan di PAUD
References
Alam, S., Tadulako, U., & Pendahuluan, I. (2019). Profesionalisme guru seni budaya di sekolah. 2(2), 12–21.
Dedeh, E., & Mayasarokh, M. (2022). Penanaman Nilai Karakter Cinta Tanah Air Pada Anak Usia Dini Melalui Permainan Tradisional Engklek. Jurnal Pelita PAUD, 7(1), 207–212. https://doi.org/10.33222/pelitapaud.v7i1.2193
Fatkhul, A., Rohman, L., Development, H. R., Sumber, P., & Manusia, D. (2025). Setyaki. 3, 29–40.
Fkip, S., Sultan, U., & Tirtayasa, A. (2016). Pendidikan seni sebagai penunjang kreatifitas. 1(1), 1–15.
Fredimento, A., Muga, R., & Bito, G. S. (2024). MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA SEKOLAH. 5, 69–80.
Haryadi, R. (2024). Kreativitas berinovasi pada guru seni di era digital. 87–95.
Krisnani, R. V. R., & Pamungkas, J. (2022). Analisis tahapan pembelajaran seni tari anak usia dini di tk bakti 6 kowang. Jurnal Pendidikan Anak, 11(2), 145–153.
Kurniawati, putri. (2017). No Titleالابتزاز الإلكتروني.. جرائم تتغذى على طفرة «التواصل ال. Universitas Nusantara PGRI Kediri, 01, 1–7.
Latifah, L. (2023). Peningkatan Kreativitas Anak dalam Pembelajaran Seni Tari melalui Strategi Belajar Sambil Bermain Di RA Al Hikmah Doroampel Kecamatan Sumbergempol …. Jurnal Pembelajaran Dan Ilmu Pendidikan, 01, 1–15. http://ojs.unublitar.ac.id/index.php/jpip/article/view/1064
Rumaseb, N. E., Labuang, P., & Pinontoan, D. (n.d.). Mengembangkan Aktivitas Membentuk Plastisin untuk Anak Usia Dini di Manado Classical School. 14–20.
Santana, F. D. T., & Zahro, I. F. (2019). Model Pembelajaran Tari Nusantara : Sebuah Contoh Kreativitas Model Tari Piring Bagi Guru Paud. Jurnal Audi, 4(1), 63. https://doi.org/10.33061/jai.v4i1.3030
Sembiring, A., Gabriela, M., Aritonang, C. Y., & Dhara, N. (2025). Evaluasi Pelaksanaan Tari Kreasi Dalam Mengembangkan Kecerdasan Kinestetik Anak Di TK Negeri Pembina Lubuk Pakam. 2(3), 78–93.
Setyawati, A., & Ary, D. (2023). Kreativitas Guru dalam Pembelajaran Tari Bendrong Lesung pada PAUD Terpadu Anak Bangsa Cilegon. 7(2), 1799–1808. https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i2.4146
Sirait, A. S., Lubis, H. Z., Mahfuza, N., Ditya, A., Alya, M., & Hasri, P. P. (2025). Seni Gerak Tari Anak Usia Dini. Jurnal Ilmu Pendidikan (JIP), 3(5), 333–342.
Siregar, S. D., Nur, K., & Wahyuni, A. (2021). WAWASAN SENI TARI BAGI CALON PENDIDIK ANAK. 1(1), 40–56
Siswantari, H., & Dahlan, U. A. (2021). Jurnal abdidas. 2(2), 245–252.
Tari, D. A. N., & Lingkungan, D. I. (2025). EKSPLORASI PERAN GURU DALAM MENGEMBANGKAN. 2(4), 120–127.
Topeng, T., Sebagai, K., Komunikasi, M., & Bagi, V. (2023). Setyaki. 1, 84–95.
Wulandari, H., Muqodas, I., Maranatha, J. R., & Nikawanti, G. (2022). PELATIHAN PEMBUATAN PERANGKAT PEMBELAJARAN HARIAN ( RPPH ) MENGGUNAKAN TARI KREATIF BAGI GURU PAUD. 3(14), 156–161.
Yunianti, N. I. (2024). SENI DALAM SEKOLAH DASAR ENCOURAGING CHILDREN ’ S CREATIVITY THROUGH ARTS. 1752–1764.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Reni Rahmawati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


