Interaksi Guru Dan Anak Dalam Meningkatkan Kemampuan Bahasa Anak Usia Dini Dalam Perpektif Hadits Nabi SAW

Authors

  • usep malik STAI Siliwangi Garut

DOI:

https://doi.org/10.62070/thufuli.v2i2.299

Keywords:

Interaksi guru–anak, kemampuan bahasa, anak usia dini, hadits Nabi SAW

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji interaksi guru dan anak dalam meningkatkan kemampuan bahasa anak usia dini dalam perspektif hadits Nabi SAW. Pendidikan anak usia dini (PAUD) merupakan fase penting dalam perkembangan kognitif, sosial, dan bahasa, di mana peran guru sangat menentukan. Guru bukan hanya berperan sebagai fasilitator pembelajaran, tetapi juga sebagai teladan dalam membangun komunikasi yang positif dan penuh kasih sayang, sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW dalam hadits-haditsnya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di sebuah lembaga PAUD berbasis Islam. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, serta dokumentasi kegiatan pembelajaran. Analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta validitas data dijaga melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi guru–anak melalui tanya jawab, pengulangan kosakata, scaffolding, serta pembiasaan salam dan doa, berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kemampuan bahasa anak. Anak yang semula menggunakan kalimat pendek mampu mengembangkan kalimat lebih panjang, kosakata bertambah, serta keterampilan naratif meningkat. Integrasi nilai-nilai hadits Nabi SAW, seperti kelembutan, kasih sayang, dan berbicara sesuai kadar pemahaman anak, terbukti membangun suasana belajar yang kondusif, sekaligus menanamkan akhlak berbahasa Islami. Penelitian ini menyimpulkan bahwa interaksi guru–anak yang responsif, hangat, dan terintegrasi dengan nilai-nilai hadits Nabi SAW mampu meningkatkan kemampuan bahasa anak usia dini sekaligus membentuk karakter Islami. Temuan ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi lembaga PAUD dalam merancang strategi pembelajaran bahasa berbasis nilai-nilai Islam.

References

Al-Bukhari, M. I. (2001). Shahih al-Bukhari. Beirut: Dar al-Fikr.

Darajat, Z. (2012). Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara.

Muslim, I. (2000). Shahih Muslim. Beirut: Dar Ihya’ al-Turats al-‘Arabi.

Nata, A. (2016). Pendidikan dalam Perspektif Islam. Jakarta: Kencana.

Santrock, J. W. (2011). Child Development. New York: McGraw-Hill.

Sujiono, Y. N. (2013). Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: Indeks.

Vygotsky, L. S. (1978). Mind in Society: The Development of Higher Psychological Processes. Cambridge: Harvard University Press.

Al-Bukhari, M. I. (2001). Shahih al-Bukhari. Beirut: Dar al-Fikr.

Finders, J. (2023). Early childhood education language environments. Frontiers in Education.

Hadley, E. B., et al. (2022). Teacher language practices and child outcomes: A meta-analysis. Early Childhood Research Quarterly, 58, 1–12.

Muslim, I. (2000). Shahih Muslim. Beirut: Dar Ihya’ al-Turats al-‘Arabi.

Putri, A. P., & Arumsari, R. (2021). Peran guru dalam meningkatkan kemampuan bahasa anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(2), 1021–1030.

Ramli, M. A. (2022). Early childhood education in Islamic perspective. Attractive Journal of Islamic Studies, 4(2), 150–162.

Rüdisüli, C. (2024). Teacher–child interaction quality and children’s language development. International Journal of Early Years Education, 32(1), 45–59.

Santrock, J. W. (2011). Child Development (13th ed.). New York: McGraw-Hill.

Sofiah, S. (2024). Peran interaksi sosial terhadap pengembangan bahasa anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak, 9(1), 35–46.

Ulil Albab Institute. (2024). Strategi guru meningkatkan perkembangan bahasa anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 10(2), 55–64.

Vygotsky, L. S. (1978). Mind in Society: The Development of Higher Psychological Processes. Cambridge: Harvard University Press.

Downloads

Published

2024-10-26