Pengaruh Bermain Alat Musik Tradisional Angklung Terhadap Perkembangan Kognitif Anak Usia Dini

Authors

  • Anidah Inayah Usep Malik Haerudin STAI SIliwangi Garut
  • Paridah Hidayat STAI Siliwangi Garut, Indonesia
  • 3Widuri Khoerunnisa STAI Siliwangi Garut, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.62070/thufuli.v2i1.300

Keywords:

Bermain alat musik tradisional, Angklung, Perkembangan Kognitif

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) pada hakikatnya ialah pendidikan yang diselenggarakan dengan tujuan untuk memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan anak secara menyeluruh. Pendidikan musik anak usia dini adalah salah satu alternatif yang dapat ditempuh untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan anak. Angklung adalah salah satu alat musik yang kaya akan nilai-nilai dan dapat mewariskan budaya-budaya Indonesia pada generasi sekarang. Dengan bermain musik angklung anak diharapkan dapat meningkatkan kreatifitas dan imajinasi, meningkatkan kecerdasan, meningkatkan daya ingat, dan membantu pengembangan kecerdasan lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh bermain alat musik tradisional angklung terhadap perkembangan kognitif anak usia dini di KB At-Taqwa Indralayang. Angklung, sebagai salah satu alat musik tradisional khas Indonesia, memiliki karakteristik unik yang melibatkan aktivitas motorik, pendengaran, dan konsentrasi secara simultan. Kegiatan bermain angklung tidak hanya memperkenalkan anak pada kekayaan budaya lokal, tetapi juga berpotensi mendukung perkembangan aspek kognitif seperti kemampuan memecahkan masalah, perhatian, daya ingat, serta koordinasi multisensorik. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif, yakni menggunakan pengumpulan data angket yang kemudian diolah menggunakan program statistik sehingga dapat diketahui angka/besarnya pengaruh bermain alat musik tradisional angklung di KB At-Taqwa Indralayang terhadap siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik random sampling, yakni teknik pengambilan sampel yang dilakukan dengan cara sebagian yang diambil. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa di KB At-Taqwa. Sedangkan sampel penelitian yang dijadikan responden adalah siswa kelompok B yang berjumlah 16 siswa. Dari penelitian yang telah dilakukan, maka diperoleh hasil positif adanya pengaruh bermain musik tradisional angklung terhadap perkembangan kognitif anak usia dini. Hal ini dibuktikan dengan besar angka koefisien determinasi atau R square adalah sebesar 0,597. Menunjukkan bahwa 59,7% bermain alat musik tradisional angklung mempengaruhi perkembangan kognitif anak usia dini. Sedangkan sisanya 40,3% dipengaruhi atau dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini.

References

Agoes Dariyo, “Psikologi Perkembangan (Anak 3 Tahun Pertama)”Jakarta; 2007, h.43 Khadijah ”Pengembangan Kognitif Anak Usia Dini” Perdana Publising; Medan, 2016 hal. 31, Sugiyono, Metode penelitian pendidikan , 137. Sugiono, Metode Penelitian Pendidikan, hlm. 148

Diah Rizky and Kartika Putri, “Pembelajaran Angklung Menggunakan Metode Belajar Sambil Bermain,” Harmonia - Journal of Arts Research and Education 12, no. 2 (2012): 116–124

EncepSopandi. Competitive Advantages of Bamboo Creative Products: Study on Saung Angklung Udjo Bandung City West Java Province, (Business and Economics Journal, OMICS International, Sopandi, Bus Eco J 2017, 8:4 DOI: 10.4172/2151-6219.1000322, Faculty of Social and Political Science, Department of Business Administration Science, Nurtanio University Bandung), hlm. 2.

Khadijah, “Pengembangan Kognitif Anak Usia Dini” Perdana Publishing, 2016 hal. 31

Moeslichatoen, Metode Pengajaran Di Taman Kanak-kanak (Jakarta: Rineka Cipta, 2004), hlm137. Sulhan Ayafii, Udjo Diplomasi Angklung. Grasindo. 2009. hal 82.

MohdRidzuwaryMohdZainal, Salina Abdul Samad, AiniHussain and CheHusnaAzhari.Pitch and Timbre Determination of the Angklung, (American Journal of Applied Sciences 6 (1): 24-29, 2009 ISSN 1546-9239, Faculty of Engineering, University Kebangsaan Malaysia (UKM)), h. 24.

Mursito, Isyarat Angklung Interaktif (2012).

Nilawati Tajjudin, Meneropng Perkembangan AUD Perspektif Al-Qur’an, Herya Media Depok, 2014 hal 103 Siti Aisyah Mu’min, “Teori Perkembangan Kognitif Jean Piaget”Jurnal Al- Ta’dib, Vol. 6 No. 01 (2013): h. 02. Ibid Jurnal, h.16.

Novi Mulyani “Pengembangan Seni Anak Usia Dini” Rosdakarya; Bandung 2017 hal, 24. Rizky and Putri, “Pembelajaran Angklung Menggunakan Metode Belajar Sambil Bermain”.

Peraturan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan No.137Tahun 2014

R Kurnia, konsepsi bermain dalam menumbuhkan kreativitas pada anak usia dini, jurnal educhild pendidikan dan sosial, (2012): 17

Raisah Armayanti Nasution,”Pembelajaran Seni Musik Bagi Pengembangan Kognitif Anak Usia Dini”, Jurnal RAUDHAH, Vol. IV, No. 1: Januari – Juni 2016, ISSN: 2338 – 2163, h.15.

Riyan Hidayatullah, “Bahasa Dalam Pembelajaran Musik: Metode Kodály Sebagai Alat Untuk Berkomunikasi Dalam Ansambel,” AKSARA: Jurnal Bahasa dan Sastra 20, no. 1 (2019): 25–34.

Siti Aisyah Mu’min, “Teori Perkembangan Kognitif Jean Piaget”Jurnal Al- Ta’dib, Vol. 6 No. 01 (2013): h. 2.

Sugiyono (2019 ) Statistika untuk Penelitian. Bandung : CV Alfabeta. Jurnal. Alfian, N., & Nilowardono,S. (2019) John W. Santrock, Life Span Development (Perkembangan Masa-Hidup) Edisi Ketigabelas Jilid 1 (Terjemahan), (Jakarta: 2012) h. 28.

Syamsu Yusuf, Perkembangan Peserta Didik Jakarta: 2009 h.11

Undang-undang (UU) No. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional

Waluyo Adi Siswanto, Lina Tamand Md Zainorin Kasron. Sound Characteristics and Sound ,Prediction of the Traditional Musical Instrument theThree-RattleAngklung, (International Journal of Acoustics and Vibration, Vol. 17, No. 3, 2012, Department of Engineering Mechanics, Faculty of Mechanical and Manufacturing Engineering, UniversitiTun Hussein Onn Malaysia (UTHM)),hlm. 120.

Yuliani Nurani & Bambang, Bermain Kreatif Berbasis Kecerdasan Jamak (Jakarta: PT indeks 2010).

Downloads

Published

2024-04-26