Pengaruh Kinerja Guru Terhadap Motivasi Belajar Anak
Keywords:
Kinerja Guru, Motivasi BelajarAbstract
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan peletak dasar pertama dan utama dalam pengembangan pribadi anak, baik berkaitan dengan karakter, kemampuan fisik, kognitif, bahasa, seni, sosial emosional, spiritual, disiplin diri, konsep diri, maupun kemandirian dan panca indra. PAUD memegang peranan yang sangat penting dan menentukan bagi sejarah perkembangan anak selanjutnya, karena merupakan pondasi bagi dasar kepribadian anak. PAUD sangat menentukan kesuksesan seseorang di masa depan, bagaimana seseorang merespon berbagai permasalahan yang dihadapi dalam setiap langkah kehidupan sangat ditentukan oleh pengalaman dan pendidikan yang diperolehnya pada saat usia dini. Guru mempunyai tiga tanggung jawab untuk melihat segala sesuatu yang terjadi dalam kelas untuk membantu proses perkembangan anak. Keberhasilan penyelenggaraan pendidikan sangat ditentukan oleh kesiapan guru dalam mempersiapkan anaknya melalui kegiatan belajar mengajar. Namun demikian posisi strategis guru untuk meningkatkan mutu hasil pendidikan sangat dipengaruhi oleh kemampuan profesional guru dan mutu kinerjanya. Guru merupakan salah satu unsur manusia dalam proses pendidikan. Dalam proses pendidikan di sekolah, guru mempunyai tugas ganda yaitu mengajar dan mendidik anak, agar anak lebih termotivasi dalam belajar dan dapat menjadi manusia yang dapat melaksanakan kehidupan selaras dengan hakikat dan kodratnya sebagai manusia. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian desktiptif dengan pendekatan kuantitatif. Adapun untuk teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, penyebaran angket dan dokumentasi. Dalam penelitian ini teknik analisis data yang digunakan yaitu uji validitas, uji reabilitas, uji normalitas, uji linieritas, uji regresi linier sederhana. Dari hasil perhitungan uji kedua variabel setelah dianalisis diperoleh nilai rata-rata kinerja guru (X) sebesar 37,3 dari skor ideal 59 jika di presentasikan 37,3 x100 =63,22% menunjukan bahwa kinerja guru bernilai baik. sedangkan nilai rata-rata dari motivasi 59 belajar anak (Y) sebesar 48,9 dari skor ideal 60 jika di presentasikan 48,9 x100=81,5% menunjukan bahwa motivasi belajar anak 60 bernilai baik. Adapun kekuatan pengaruh dari variabel X terhadap Variabel Y ditunjukkan dari hasil koefesien determinasi (R Square) yaitu sebesar 0,438 yang mengandung pengertian kekuatan pengaruh variabel X terhadap Variabel Y adalah 43,8%.
References
Arifin, B. &. (2012). Instrumen Pembinaan, Peningkatan & Penilaian Kinerja Guru Profesional. Ar-Ruzz Media, 44-65.
Bhirawa, W. (2020). Proses Pengolahan Data Dari Model Persamaan Regresi Dengan Menggunakan Statistical Product and Service Solution (SPSS). Jakarta: Jurnal Mitra Manajemen.
Devi. (2020). Pengaruh Kinerja Guru Terhadap Motivasi Belajar Peserta Didik di SMA Negeri 3 Luwu Utara. Palopo. Gatot, M. (2023). Mengukur Kinerja Guru Satuan PAUD. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini.
Ghozali, I. (2018). Aplikasi analisis multivariate dengan program IBM SPSS. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegor.
Hamalik, O. (2014). Proses Belajar Mengajar. Bumi Aksara, 161.
Herlina, V. (2019). Panduan Praktis Mengolah Data Kuesioner Menggunakan SPSS. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.
Lametenggo, H. B. (2005). Teori Kinerja dan Pengukurannya. PT Remaja Rosdakarya, 68. Majid, A. (2016). Strategi Pembelajaran,. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Mangkunegara, A. P. (2011). Manajemen Sumber Daya Manusia. Rosda Karya, 65.
Masita. (2021). MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM DAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD). Bima: Pelangi: Jurnal
Pemikiran Dan Penelitian Pendidikan Islam Anak Usia Dini.
Primawati, Y. (2023). Pengembangan Kreativitas Seni Rupa Anak Usia Dini. Journal of Early Childhood Studie. Rusman. (2014). Model-Model Pembelajaran: Megembangkan Profesionalisme Guru. Rajawali pers, 75.
Sanjaya, W. (2016). Startegi Pembelajaran Berorientasikan Standar Proses Pendidikan. Bandung: Kencana. Sardiman. (2011). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Sopian, A. (2016). TUGAS, PERAN, DAN FUNGSI GURU DALAM PENDIDIKAN. Jurnal Tarbiyah Islamiyah. Sopiatin, P. (2010). Manajemen Belajar Berbasis Kepuasan Siswa. Bogor: Ghalia Indonesia.
Sugiyono. (2015). Metode penelitian pendidikan : Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta. Suharni, S. (2021). UPAYA GURU DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA. Jurnal Bimbingan Dan
Konseling.
Sukardi. (2013). Metodelogi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Surakhmad, W. (2015). PANDUAN PRAKTIS PENULISAN KARYA ILMIAH. Klaten: PT. Kompas Media Nusantara. Syah, M. (2011). Psikologi Belajar. PT Raja Grafindo Persada, 136.
Tifani, N. (2016). Pengaruh Kinerja Guru Dan Lingkungan Sekolah Terhadap Motivasi Belajar Siswa Sdk Penabur Bandarlampung. Manajemen Magister, Vol. 02. No. 02.
Yogi Fernando, P. A. (2024). Pentingnya Motivasi Belajar Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa. Jurnal Inspirasi Pendidikan.
Yosepha, C. K. (2020). PENGARUH GREEN MARKETING DAN BRAND IMAGE TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK THE BODY SHOP INDONESIA. Jakarta: JURNAL ILMIAH M-PROGRESS.



